KETIKA SOCIETY SEPERTI AJANG INDONESIAN IDOL


(((dalam hati))) " yeelaaaaah komen mulu kerjaan lo bos" 

NAH ! pernah gak sih kalian ketemu sama orang yang kerjaannya ngomentarin apa yang kita lakuin, apa yang kita pikirin, apa yang kita sedang alami ? Dari A- Z dia bakal ketemua aja bahan untuk dia kasih komentar. Mulai dari komentar yang bagus sampai komentar ter-sampah yang keluar dari mulut dia. Segala aspek dikomentarin terus sama dia.

Yes, mau dibelahan bumi manapun orang-orang kayak dia itu bakalan ada.
Mau apapun yang kalian lakukan dari hal paling positif sampai hal paling negatif pasti akan ada pro-kontra dari bermacam-macam jenis perspektif orang.

Seakan-akan society memang menuntut kita untuk terlihat sempurna dan tanpa ada cela.

Sadar dan gak sadar kita semenjak kecil udah dituntut untuk menjadi "sempurna" di depan orang-orang sekitar kita. World will be nicer to perfect people.

Waktu kita kecil, kalau misalnya kita lagi dalam masa kenaikan kelas, lalu ada temennya bokap atau nyokab yang nanya " si adek naik kelas kan? ranking berapa?"
Atau misal kita jatuh dari sepeda dan nangis, nanti bakal dibilang " udah gak usah cengeng dek, diem ya"

Padahal bukannya sudah sewajarnya dan sepantasnya kita as a human being punya flaw yang memang kita ga perlu takut untuk tunjukkin.

Sekarang kenapa orang tua selalu nuntut untuk anaknya berhasil dibidang akademis, punya ranking bagus, ga ada nilai rapot yang merah, dan ikut berbagai jenis lomba. Biar apa ? Biar ga malu kalau ditanya sama orang " ranking anaknya berapa?" atau bisa show off  ke relasinya kalo anaknya bisa ikutan olimpiade atau lomba-lomba bergengsi.
Semenjak dulu kita untuk terlatih untuk menjadi "sempurna" dan gak boleh kelihatan jelek didepan orang.

FAKTAnya ga peduli mau lo terlihat baik, sempurna, pinter atau apapun itu, PASTI BAKAL ada komentar negatif tentang diri lo. Pasti aja "juri-juri" yang berkeliaran di sekitar lo akan menemukan celah untuk memberikan hujatan, kritikan yg tidak membangun, celaan, dan lain sebagainya.
Dan kita yang terbiasa hidup di society seperti itu, bakal berakting seperti peserta lomba yang seakan-akan sedang berada dalam arena perlombaan dan harus terlihat sempurna di setiap sisi.

Cape ga sih ? berusaha jadi sempurna di depan orang lain, padahal banyak banget "ketidaksempurnaan" yang kita tutup-tutupin dibelakangnya.
Hidup lo berasa jadi palsu dan ga benar-benar "living in your own self".WHAT A SHAME ! 
Gue yakin lo orang sering denger istilah YOLO ( you only live one ). BENERAN DEH PRAKTEKIN istilah ini. Jangan cm mangut-mangut aja pas dengernya, tapi coba terapin.
kenapa ? sekarang pikirin deh, hidup lo cuma sekali dan kesempatan hidup lo yang cuma sekali itu malah lo pake buat menjadi sempurna demi dapet sanjungan dan gak dihina "DOANG" sama society  sekitar lo. Ada ga sih hal yg lebih menyedihkan dari living in that way ? 

Please ignore semua hujatan, sindiran, gosip gosip sampah, atau negative vibes di hidup lo. Itu semua ga berarti dan bakal berlalu juga by the end of the day. Kenapa juga harus lo pusingin ?
Pasti hidup lo akan lebih bahagia, bebas dan "ringan" kalo lo hidup dengan cara yang lo mau, dengan proses yang lo suka, dan dengan jalan yang lo pilih.
Taking other people advice  juga perlu, TAPI itu gak harus dan gak boleh lo jadiin patokan dalam menjalani hidup lo. SEMUA pilihan yang lo ambil ada ditangan lo, bukan di tangan orang. Gak perlu terlalu khawatir judgement dari society, anggap angin lalu aja. Kalo lo udah punya mindset yang bener dan pegang baik-baik goal hidup yang lo mau, maka ALL IS WELL .

If it matters to you, it's not stupid. Don't ever feel sorry when you are being YOU :) 
  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

NOTHING TO LOSE, EH TAPI SERIUS !

APA YANG MENJADI MILIKMU-AKAN TETAP MENJADI MILIKMU